Edukasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Sekolah untuk Meningkatkan Kesiapan Pubertas Siswa Kelas VI SDN 31 Bengkulu Tengah
Edukasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Sekolah
Abstract
Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia sekolah dasar, terutama pada siswa kelas VI yang mulai memasuki masa pubertas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa kelas VI SDN 31 Bengkulu Tengah mengenai kesehatan reproduksi, perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, kebersihan organ reproduksi, perilaku hidup sehat, serta risiko pernikahan dini. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif dengan metode ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, serta penggunaan media visual berupa slide presentasi dan gambar edukasi. Sasaran kegiatan berjumlah 22 siswa dan seluruh siswa hadir selama pelaksanaan kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, kemudian dianalisis dengan paired t-test menggunakan SPSS versi 26. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 8,15 ± 1,583 pada pre-test menjadi 8,91 ± 1,411 pada post-test (nilai p = 0,020). Selain itu, seluruh siswa menuliskan target usia menikah ≥ 21 tahun sebagai bentuk kesadaran awal terhadap pendewasaan usia perkawinan. Edukasi kesehatan reproduksi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keberanian berdiskusi, dan kesadaran siswa dalam menjaga kesehatan diri selama masa pubertas.
Downloads
References
Aninda, Y. H., & Arifah, I. (2022). Studi deskriptif persepsi kebutuhan informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi pada siswa. Quality: Jurnal Kesehatan, 16(2), 144–154. https://doi.org/10.36082/qjk.v16i2.560
Aniarti, R. P., Mu’minah, I., & Kurniati, C. H. (2023). Pendidikan kesehatan dengan permainan edukasi Monopoli Kesehatan Reproduksi (E-Mon Kespro) pada remaja di Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Tanjung Purwokerto. Warta Pengabdian Andalas, 30(3), 472–479. https://doi.org/10.25077/jwa.30.3.472-479.2023
Badan Pusat Statistik. (2023). Kajian fertilitas remaja umur 10–14 tahun di Indonesia: Hasil Long Form SP2020. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Diakses dari https://indonesia.unfpa.org/sites/default/files/pub-pdf/doc-20231215-wa0004.pdf
Budiadi, H. N., Karmi, R., & Kurnia, I. S. (2023). Pengaruh edukasi tentang vaginal hygiene terhadap tingkat pengetahuan remaja putri pada saat menstruasi. 2-Trik: Tunas-Tunas Riset Kesehatan, 13(1), 14. https://doi.org/10.33846/2trik13104
Dwihestie, L. K., Ningrum, A. H. P. S., & Rismawati. (2024). Upaya pencegahan perkawinan anak melalui pendidikan kesehatan reproduksi sehat bagi remaja. Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan, 3(1), 51–56. https://doi.org/10.36049/genitri.v3i1.247
Harahap, N. H., Hadi, A. J., & Ahmad, H. (2024). Efektifitas pendidikan kesehatan menggunakan pendekatan Health Belief Model (HBM) terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di MTSN 3 Padangsidimpuan. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 7(2), 463–471. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i2.4944
Ingrit, B. L., Rumerung, C. L., Nugroho, D. Y., Situmorang, K., Y. A., M. M., & Manik, M. J. (2022). Pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 5, 1–10. https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v5i0.1461
Irfan, I., Risyati, L., & Handayani, F. (2023). Pemberdayaan remaja dalam optimalisasi peningkatan kesehatan reproduksi. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(3), 1001–1010. https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i3.8596
Julianti, U. F. (2023). Optimalisasi pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(8), 1455–1460. https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i8.375
Kasmiati, K., Suharni, S., Fauziah, A., & Maharani, T. (2022). Pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja: Edukasi di MTS Muahajirin Desa Waiheru Kec. Baguala Kota Ambon. J-Abdi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(7), 5433–5440. https://doi.org/10.53625/jabdi.v2i7.3974
Putri, N. A. H. (2022). Efektifitas modul manajemen kebersihan menstruasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja di Pesantren Kota Makassar. Jurnal Sipakalebbi, 6(2), 140–152. https://doi.org/10.24252/sipakallebbi.v6i2.34550
UNESCO, UNAIDS, UNFPA, UNICEF, UN Women, & WHO. (2018). International
technical guidance on sexuality education: An evidence-informed approach (edisi revisi). Paris: UNESCO. Diakses dari https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000260770
UNICEF. (2024). How school systems can improve health and well-being: Sexual and reproductive health. New York: UNICEF. Diakses pada 24 Juni 2026, dari https://www.unicef.org/reports/how-school-systems-can-improve-health-and-well-being-sexual-and-reproductive-health
Wahyuni, S., & Arisani, G. (2022). Media audio visual sebagai sarana edukasi kesehatan reproduksi pada remaja. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(5), 426–432. https://doi.org/10.33221/jikm.v11i05.1778
Wahyuni, W., Fajrin, I., & Solang, S. D. (2024). Pendampingan remaja melalui edukasi kesehatan reproduksi di SMP Satap Molobog Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 7(8), 3736–3747. https://doi.org/10.33024/jkpm.v7i8.15694
WHO. (2026). Comprehensive sexuality education. Geneva: World Health Organization. Diakses pada 24 Juni 2026, dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/comprehensive-sexuality-education
Widarini, N. P., Subrata, M., Adhi, K. T., Suryadhi, M. A. H., & Ulandari, L. P. S. (2023). Literasi pendewasaan usia perkawinan dan hak-hak reproduksi remaja. Buletin Udayana Mengabdi, 21(4), 291. https://doi.org/10.24843/bum.2022.v21.i04.p01
Copyright (c) 2026 Bintang Agustina Pratiwi, BAP, Wulan Angraini, WA, Riska Yanuarti, RY

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
.jpg)

