Relativitas Kelicikan Jawa: Analisis Semiotika Lakon Banjaran Sengkuni Ki Purbo Asmoro
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji relativitas kelicikan dalam kebudayaan Jawa. Unit analisis penelitian berupa pertunjukan wayang kulit dengan lakon Banjaran Sengkuni oleh Ki Purbo Asmoro. Dengan menggunakan model analisis semiotika Roland Barthes dan Charles Charles Sanders Peirce, penelitian ini mengungkap konstruksi kelicikan pada tataran denotatif, konotatif, dan mitos yang dibangun melalui tuturan dan tindakan tokoh Sengkuni dalam lakon tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelicikan tokoh Sengkuni bersifat relatif, karena dalam konteks tertentu dimaknai sebagai bentuk loyalitas keluarga, instrumen kelanggengan kekuasaan, dan kecerdasan strategi untuk memperoleh kekuasaan. Ttemuan ini menegaskan bahwa wayang kulit tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan dan pendidikan moral, tetapi juga sebagai ruang refleksi kritis terhadap dinamika sosial dan praktik kekuasaan yang terus relevan dengan kehidupan masyarakat.
Downloads
References
Awalliyah, D., & Purnomo, S. H. (2024). Dialektika Kuasa dan Etika Jawa : Analisis Semiotika Wayang Lakon Parikesit Jumeneng Ratu. 13, 125–147.
Barus, E., & Siregar, E. F. (2025). An Analysis of Roland Barthes ’ Semiotic Theory : Focusing on Denotation , Connotation , and Myth. 04(02), 355–363. https://doi.org/10.55299/ijere.v4i2.1438
Cahyani, A. N. (2025). Makna Simbolik Dalam Geguritan “Sengkuni Mbayi” Karya Setyawati Dwi Dijaman Sekarang (Kajian Antropologi Sastra).
Candra, R., & Purnomo, S. H. (2025). Representasi Sabda Pandhita Ratu Raja Jawa dalam Wayang Purwa Lakon Kresna Duta. 2306–2320.
Claessen, H. J. M. (2014). From Incidental Leaders to Paramount Chiefs : The Evolution of. 13(1), 3–41.
Darmawan, Setyo Yuwana Sudikan, S. (2021). Ekspresi estetik dalam lakon banjaran cakil oleh dalang ki purbo asmoro kajian etnopragmastilistika. 9(2), 527–533.
Endraswara, S. (2014). Politik gaya Sengkuni dan estetika Semar kajian antropologi sastra terhadap pemilu legislatif Sengkuni political style and Semar aesthetic in literature anthropology to legislative election. 1993, 195–205.
Fadchurrozi, I. (2025). Trategi Militer Art Of War Pada Proses Internasionalisasi Pt Indofood Cbp Di Afrika. 9(2), 200–226. https://doi.org/10.32787/ijir.v9i2.654
Fariha, I., & Purnomo, S. H. (2024). Representation of “Sapa Nandur Ngundhuh” in the Wayang Performance of Cupu Manik Astagina by Ki Enthus Susmono. Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora), 8(1), 1135–1151. https://doi.org/10.36526/santhet.v8i1.3960
Hadiati, C., & Handoyo, R. P. (2019). Wangsalan as an indirect communication strategy in Banyumasan. 1–9. https://doi.org/10.4108/eai.5-8-2019.2289783
Hamudy, N. A. (2021). Kinship Politics Political Elite’s Desire for Power Versus the Ethics of Consequentialism. December 2020, 53–64.
Hardewita, M. (2025). Praktik Kekuasaan Politik Machiavelli dalam Pemerintahan Presiden Soeharto pada Masa Orde Baru. 4(2), 114–125.
Hasanah, E. (2023). Java Community Philosophy : More Children , Many Fortunes.
Herlyana, E. (2013). Pagelaran Wayang Purwa Sebagai Media Penanaman Nilai Religius Islam pada Masyarakat Jawa. Thaqafiyyat, 14(1), 127–144.
Hidayati, D. A. I., Werdiningsih, Y. K., & Sulanjari, B. (2021). Etika Hidup Orang Jawa Menurut Serat Kandha Bumi Karya Ki Padmasusastra ( Sebuah Kajian Sosiologi sastra ). 2(2), 16–30.
Hidayatullah, M. R., & Nisa, K. (2024). Makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam esai “saya dan islam” karya linda christanty: Kajian semiotika roland barthes. 1, 356–366.
Hildreth, J. A. D., & Anderson, C. (2018). Does loyalty trump honesty? Moral judgments of loyalty-driven deceit. Journal of Experimental Social Psychology, 79(June), 87–94. https://doi.org/10.1016/j.jesp.2018.06.001
Khoirunnisaa, F., & Hidayat, M. N. (2023). Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Akun Tiktok @Dr.Ziee. 2, 91–101.
Khrisna, D. A. N. (2012). The Rude Duryudana and The Tricky Sengkuni. 01(01), 3–20.
Koster, J. (2018). Family ties : the multilevel effects of households and kinship on the networks of individuals Subject Category : Subject Areas : Author for correspondence :
Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode Penelitian Kualitatif.
Laily, M., & Wati, K. (2023). Analisis Semiotika Roland Barthes dan Nilai Moral dalam Film Pendek Tilik 2018 Karya Wahyu Agung Prasetya. 9(2), 1306–1315.
Lin, K., & Broadbent, E. (2023). Understanding Embodied Effects of Posture : A Qualitative Study. 447–460.
Lubis, H. R. N., Yulius, Y., & Putri, R. A. (2025). Kajian Semiotika Charles Sanders Peirce pada Sampul Buku “Seri Kenali Emosi” Tentang Anak. 10(03), 512–534. https://doi.org/10.36982/JSDB.V10I3.5605
Maes, G., & Van Hootegem, G. (2022). Power and Politics in Different Change Discourses.
Magnis-Suseno, F. (1984). Etika Jawa Sebuah Analisa Falasafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa.
Mandal, S. (2025). The Important Role of Women in Mahabharata : A Philosophical Approach. 7(2), 1–5.
Maulidiyah, M. (2021). Makna Denotasi dan Konotasi dalam Film Animasi Amīrat al - Rūm Karya Hadi Mohammadian : Semiotika Roland Barthes Pendahuluan. 18(2), 151–162. https://doi.org/10.21009/almakrifah.18.02.04
Megah, S. I., & Jaffar, J. M. (2024). Indirectness as A Communication Style of Javanese Women in Making Offers in Public Spaces. 4(1).
Mulyono, S. (1982). Wayang: Asal-usul, Filsafat dan Masa Depannya. 0.
Nur, A., & Khaerunnisa. (2024). Semiotika Rolland Barthes Dalam Sampul Majalah Tempo Dan Implementasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas Xii Sma. 17(2), 301–320.
Nusantara, C. B. (2020). “Banjaran Sengkuni” Dalang : Ki Purbo Asmara (Record). https://www.youtube.com/live/N2JseveD77k?si=epktdjZ4MbaD3pwY
Pasopati, R. U., Djanarko, I., & Yuliastuti, A. (2025). The Chronicles of Javanese Ethical Values for Indonesian Moral Considerations. 2(2), 70–84.
Prasetyo, M. D. (2019). Strategi Politik Sengkuni Mengadu Domba Trah Sapta Argo (Pandhawa dan Kurawa).
Prastowo, G., Widayat, A., & Purwadi. (2025). Falsafah Hidup Jawa dalam Lakon Banjaran Rahwana Sajian Ki Timbul Hadiprayitno. 14(1), 12–30. https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v14i1.86702
Purnomo, S. H., Marhaeni, T., Astuti, P., & Irianto, A. M. (2018). Innovation of Suminten Edan Stories by Ketoprak Wahyu Manggolo Pati. 18(2), 208–217.
Purwadi. (2020). Etika Komunikasi dalam Budaya Jawa. 239–249.
Putri, A. D. E., Zahra, M. H., Verrel, S., Tridjadja, C., Ramadhan, F. R., & Angela, D. (2026). Dalam Sistem Negara Totaliter : Perbandingan Pembatasan Berpendapat Ruang Digital Korea Utara dan Laos 2016. 18(01), 30–41.
Rizky, T. I. (2025). The Influence Of Pragmatics On The Effectiveness Of Intercultural. 01.
Saroni, Supriyanto, T., & Doyin, M. (2020). Resepsi Sastra terhadap Kisah Kematian Sengkuni dalam Wiracarita Mahabharata.
Shodiq, Y. F. (2023). Sajian Pakeliran Wayang Kulit Di Era Pandemi Covid-19 Studi Kasus.
Siregar, A. R. (2024). Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Sinopsis Novel “Ayah Mengapa Aku Berbeda” Karya Agnes Davonar Dengan Model Pembelajaran STAD. 1(1), 16–26.
Sofyan, Y. M. (2021). Javanese Power : A Comparative Study of the Power Systems of the Majapahit and Demak Kingdoms. 8(4), 104–113.
Sulistyo, R. (2021). Relativitas Nilai (Studi Tentang Watak Sengkuni dan Kresna dalam Pagelaran Wayang Purwa).
Suwarno, B., Haryono, T., Soedarsono, R. M., & Soetarno. (2014). Kajian Bentuk Dan Fungsi Wanda Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta , Kaitannya Dengan Pertunjukan. 12, 1–10.
Triyogo, Y. R. (2019). Sanggit Tokoh Dalam Banjaran Sengkuni. 129–138.
Ultavia, A., Jannati, P., Malahati, F., Qathrunnada, & Shaleh. (2023). Kualitatif : Memahami Karakteristik Penelitian Sebagai Metodologi. 11(2), 341–348.
Umminurasih, R., & Rozi, S. (2025). Pola Komunikasi Antarbudaya Masyarakat Suku Jawa dan Suku Minang di Jorong Timbulun atas Nagari Lubuk Gadang Kabupaten Solok Selatan. DOI:10.46799/Syntaxidea.V7i10.13584, 7(10), 1292–1300.
Urfan, N. F. (2019). Semiotika mitologis sebuah tinjauan awal bagi analisis semiotika barthesian. 45–54.
Utomo, K. B., & Widagdo, S. (2020). Joglosemar Wayang Kulit: A Study on the Symbols and Meaning of Wayang Kulit in Jogja, Solo, and Semarang. 1, 1–17.
Wahono, Rustono, Nuryatin, A., & Mulyani, M. (2018). Dialogue Model , Conflict , and Context in Drama Text Works by Arifin C. Noer. 14(5), 126–136. https://doi.org/10.5539/ass.v14n5p126
Wicaksandita, I. D. K., & Wicaksana, I. D. K. (2025). Śiva Na ṭ arāja : Konsep Estetika Hindu dalam Seni Pertunjukan Wayang. 419–441.
Widagdo, S., Purnomo, S. H., & Supriyanto, T. (2025). Sanggit Lakon Carangan: Semiotic Analysis of Bagong Figures in the Ki Seno Nugroho Puppet Show. 13(1), 122–134.
Zakiya, N., & Hariyadi, S. (2022). Nilai Budaya Kolektivisme dan Perilaku Asertif pada Suku Jawa. 11(2), 62–71.
Copyright (c) 2026 JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
.jpg)

