Patriarki yang Berempati, Perempuan yang Merespons: Asimetri Tutur dalam Lagu-Lagu Duet Rhoma Irama

  • Dwi Firli Ashari Universitas Indraprasta PGRI
  • Ernimawati Halawa Universitas Indraprasta PGRI
  • Eti Nurhayati Universitas Indraprasta PGRI
  • Herawati Herawati Universitas Indraprasta PGRI

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi gender dan relasi kuasa dalam empat lagu duet Rhoma Irama, yaitu “Mandul” (1974), “Cuma Kamu” (1976), “Malam Terakhir” (1972), dan “Pertemuan” (1995), dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Sara Mills. Kerangka analisis Mills digunakan untuk menelaah posisi subjek-objek, posisi pembaca/pendengar, serta implikasi sosial yang terkandung dalam lirik lagu-lagu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat lagu secara konsisten menempatkan laki-laki sebagai subjek dominan yang mengontrol narasi, sementara perempuan diposisikan sebagai objek pasif yang bergantung pada keputusan dan otoritas laki-laki. Dalam “Mandul”, kemandulan dikonstruksi sebagai beban perempuan dan empati laki-laki berfungsi sebagai bentuk “pengampunan” patriarki. Dalam “Cuma Kamu”, ketergantungan emosional dinormalisasi tanpa memberi ruang bagi suara perempuan. Lagu “Malam Terakhir” menampilkan laki-laki sebagai pengendali momen perpisahan, sedangkan perempuan hanya menerima dan menurut. Dalam “Pertemuan”, meskipun liriknya menggambarkan kerinduan bersama, posisi perempuan tetap pasif dan ditentukan oleh narasi laki-laki. Secara keseluruhan, lagu-lagu duet Rhoma Irama mereproduksi dan memperkuat ideologi patriarki melalui musik dangdut sebagai medium budaya populer yang memiliki jangkauan luas di masyarakat Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, S. N. A. (2019). Analisis wacana Sara Mills tentang kekerasan perempuan dalam rumah tangga: Studi terhadap pemberitaan media Kumparan. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 4(2). https://doi.org/10.29240/jdk.v4i2.1236

Agung, G. B., & Suroso. (2023). Women in online media news: Critical discourse analysis of the Sara Mills model. Formosa Journal of Sustainable Research, 2(12), 2865–2878. https://doi.org/10.55927/fjsr.v2i12.7239

Cameron, D., & Kulick, D. (2003). Language and sexuality. Cambridge University Press.

Connell, R. W., & Messerschmidt, J. W. (2005). Hegemonic masculinity: Rethinking the concept. Gender & Society, 19(6), 829–859. https://doi.org/10.1177/0891243205278639

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage.

Darma, Y. A. (2014). Analisis wacana kritis. Refika Aditama.

Dewi, S., & Primasti, D. (2022). Perempuan, daster dan liyan: Domestifikasi perempuan dalam lagu “Mendung Tanpo Udan.” Jurnal Komunikasi Nusantara, 4(1), 45–53. https://doi.org/10.33366/jkn.v4i1.105

Dwiniscahyaningtyas, N., & Suwito, K. A. (2020). Visual pleasure in women’s bodies within Indonesian dangdut musical scene. Talent Development & Excellence, 12(2s), 193–198.

Ermayanti, E., Putra, T. Y., & Hafid, A. (2020). Kajian wacana kritis Sara Mills bahasa perempuan pada rubrik Viral koran Radar Sorong edisi bulan Februari–April 2020. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 1(2), 50–63.

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.

Ferlitasari, R. (2021). Representasi stereotipe perempuan dalam musik dangdut: Hegemoni kuasa dan strategi untuk bertahan. Yinyang: Jurnal Studi Islam, Gender, dan Anak, 16(2), 269–287. https://doi.org/10.24090/yinyang.v16i2.4821

Fiske, J. (2010). Understanding popular culture (2nd ed.). Routledge.

Hall, S. (Ed.). (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. Sage.

Hasanah, A. N. (2020). Representasi perempuan dalam lagu “All About That Bass” oleh Meghan Trainor: Analisis wacana kritis Sara Mills [Universitas Diponegoro].

Heryanto, A. (2014). Identity and pleasure: The politics of Indonesian screen culture. NUS Press.

Irtantia, E., Mulawarman, W. G., & Yahya, M. (2023). Kajian wacana kritis model Sara Mills pada teks berita online. Jurnal Cahaya Mandalika, 4(1), 302–310. https://doi.org/10.36312/jcm.v4i1.1339

Lazar, M. M. (Ed.). (2005). Feminist critical discourse analysis: Gender, power and ideology in discourse. Palgrave Macmillan.

Lazar, M. M. (2007). Feminist critical discourse analysis: Articulating a feminist discourse praxis. Critical Discourse Studies, 4(2), 141–164. https://doi.org/10.1080/17405900701464816

Mahsusi, J. (2024). Analisis wacana kritis Sara Mills pada lirik lagu Wanita karya Upiak Isil. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 17(2), 321–330. https://doi.org/10.30651/st.v17i2.22923

Mills, S. (1995). Feminist stylistics. Routledge.

Mills, S. (2004). Discourse (2nd ed.). Routledge.

Mills, S. (2008). Language and sexism. Cambridge University Press.

Raditya, M. H. (2021). Rhoma Irama: Konstruksi dan reproduksi tubuh sang Raja Dangdut. Jurnal Kajian Seni, 8(1), 96–115. https://doi.org/10.22146/jksks.70217

Sadiah, E., Yanti, P. G., & Tarmini, W. (2022). Berita kekerasan seksual terhadap perempuan dalam dunia pendidikan: Analisis wacana kritis model Sara Mills. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(3), 230–238. https://doi.org/10.31000/lgrm.v11i3.7348

Sobari, T., & Faridah, L. (2016). Model Sara Mills dalam analisis wacana peran dan gender. Semantik: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 88–99. https://doi.org/10.22460/semantik.v5i1.p89-99

Spiller, H. (2010). Erotic triangles: Sundanese dance and masculinity in West Java. University of Chicago Press.

Sunderland, J. (2004). Gendered discourses. Palgrave Macmillan.

van Dijk, T. A. (2008). Discourse and power. Palgrave Macmillan.

Wallach, J. (2008). Modern noise, fluid genres: Popular music in Indonesia, 1997–2001. University of Wisconsin Press.

Weintraub, A. N. (2006). Dangdut soul: Who are ‘the people’ in Indonesian popular music? Asian Journal of Communication, 16(4), 411–431. https://doi.org/10.1080/01292980601012410

Weintraub, A. N. (2010). Dangdut stories: A social and musical history of Indonesia’s most popular music. Oxford University Press.

Weintraub, A. N. (2018). Nation, Islam, and gender in dangdut, Indonesia’s most popular music. in R. W. Hefner (Ed.), Routledge handbook of contemporary Indonesia (pp. 369–377). Routledge.

Widjanarko, K. I. W. (2023). Representasi perempuan dalam lirik lagu album T.R.I.A.D karya Ahmad Dhani (Kajian: Analisis wacana kritis Sara Mills). Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 131–140. https://doi.org/10.31943/bi.v8i1.357

Wirawanda, Y., Andreas, R., & Rahma, V. A. (2019). Bias gender dalam berita kasus Vanessa Angel (Analisis wacana kritis Sara Mills dalam detik.com). Channel: Jurnal Komunikasi, 7(1), 13–20. https://doi.org/10.12928/channel.v7i1.13017

Wodak, R., & Meyer, M. (Eds.). (2016). Methods of critical discourse studies (3rd ed.). Sage.

Yani, F., Surif, M., & Dalimunthe, S. F. (2022). Analisis wacana kritis model Sara Mills citra sosial perempuan pada cerpen Kartini karya Putu Wijaya. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 9760–9767. https://doi.org/10.31004/jptam.v6i2.3967

Published
2026-05-20
How to Cite
Ashari, D., Halawa, E., Nurhayati, E., & Herawati, H. (2026). Patriarki yang Berempati, Perempuan yang Merespons: Asimetri Tutur dalam Lagu-Lagu Duet Rhoma Irama. JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN, 11(2), 415-425. https://doi.org/10.51673/jurnalistrendi.v11i2.2837
Section
Artikel