Representasi Pemain Judi Online dalam Pemberitaan Media Daring Kompas.com dan Detik.com: AWK Model Teun A. Van Dijk

  • Yudi Utomo Universitas Negeri Yogyakarta
  • Esti Swatika Sari Universitas Negeri Yogyakarta
  • Maman Suryaman Universitas Negeri Yogyakarta
  • Ardi Setyawardana Universitas Negeri Yogyakarta

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi pemain judi online dalam pemberitaan media daring Kompas.com dan Detik.com menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk. Permasalahan utama yang ditelaah adalah bagaimana kedua media mengonstruksi identitas pemain judol, apakah sebagai korban yang memerlukan rehabilitasi ataukah sebagai pelaku yang bertanggung jawab penuh atas pilihan destruktifnya sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma kritis. Data primer berupa enam artikel berita yang dipilih secara purposif, tiga dari Kompas.com dan tiga dari Detik.com (2024–2026). Proses analisis mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, diterapkan pada tiga dimensi Van Dijk: struktur teks (makro, superstruktur, mikro), kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil kondensasi data menunjukkan pola representasi yang konsisten dan berbeda di antara kedua media. Kompas.com secara sistematis membangun framing ‘korban yang berjuang’ melalui diksi empatik-medis, kalimat aktif yang mempertahankan agensi subjek, dan narasi berorientasi pemulihan. Detik.com membangun framing ‘korban sekaligus ancaman’ melalui diksi dramatis, kalimat pasif yang mereduksi agensi, dan narasi berorientasi bencana. Perbedaan ini berakar pada perbedaan kognisi sosial warta

This study examines the representation of online gambling players (judol) in Kompas.com and Detik.com news with the Critical Discourse Analysis (AWK) approach of the Teun A. van Dijk model. This study examines how the two media construct the identity of a judol player, whether as a victim who needs to be rehabilitated or as a perpetrator who is fully responsible for his actions. The study used a qualitative method with a critical paradigm of six purposively selected news articles, three from Kompas.com and three from Detik.com (2024–2026). The data were analyzed following the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana (2014) on van Dijk's three dimensions: text structure, social cognition, and social context. The results showed a consistent but different pattern of representation in both media. Kompas.com to frame the 'struggling victim' through empathic-medical diction, active sentences that defend agency, and narratives of recovery. Detik.com to form a framing of 'victim as well as threat' through dramatic diction, passive sentences that reduce agency, and disaster narratives. Thus, the difference between the two media does not lie in the dichotomy of victim and perpetrator, but in two ideologically different variants of victim framing. This difference stems from the social cognition of journalists and the institutional context of the two media. Both media have the same ideological weakness, namely not presenting bookmakers and digital platforms as structural actors. Theoretically, this finding extends the episodic-thematic framing thesis of Iyengar (1991) on Indonesian-language digital discourse, namely that framing centered on individual performers tends to cover the role of more powerful parties. The implication is that this kind of news has the potential to divert public attention from the responsibility of structural actors, so journalists and editors need to develop more structurally balanced headline coverage.

wan dan konteks institusional kedua media. Kedua media berbagi kelemahan ideologis yang sama, absennya suara bandar dan platform digital sebagai aktor struktural utama. Penelitian ini menegaskan bahwa framing media terhadap judol berdampak langsung pada kebijakan publik dan respons sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Budiawan, R. Y. S., Mualafina, R. F., Ulfiyani, S., & Mukhlis. (2025). Inclusion and exclusion of social actors in judi online news: A corpus-assisted critical discourse analysis approach on Kompas.com. ETERNAL (English Teaching Journal), 16(2), 405–419. https://doi.org/10.26877/eternal.v16i2.1708

Budiawan, R. Y. S., & Utomo, V. A. (2022). Analisis framing pemberitaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia dalam media massa online Kompas.com. Genta Bahtera: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan, 8(1), 1–18. https://doi.org/10.47269/gb.v8i1.172

Cacciatore, M. A., Scheufele, D. A., & Iyengar, S. (2016). The end of framing as we know it… and the future of media effects. Mass Communication and Society, 19(1), 7–23. https://doi.org/10.1080/15205436.2015.1068811

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Detik.com. (2024, 23 Juni). Kisah pria Bandung kecanduan judi online, gangguan jiwa dan ditinggal keluarga. https://news.detik.com/berita/d-7404404/kisah-pria-bandung-kecanduan-judi-online-gangguan-jiwa-dan-ditinggal-keluarga

Detik.com. (2024, 27 Juni). Pengakuan pria Cimahi kecanduan judi online bikin anaknya drop out kuliah. https://news.detik.com/berita/d-7410879/pengakuan-pria-cimahi-kecanduan-judi-online-bikin-anaknya-drop-out-kuliah

Detik.com. (2024, 13 September). Jerat judi online: Rumah tangga hancur dan risiko gangguan jiwa. https://www.detik.com/jabar/berita/d-7539479/jerat-judi-online-rumah-tangga-hancur-dan-risiko-gangguan-jiwa

Entman, R. M. (2007). Framing bias: Media in the distribution of power. Journal of Communication, 57(1), 163–173. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.2006.00336.x

Entman, R. M., & Usher, N. (2018). Framing in a fractured democracy: Impacts of digital technology on ideology, power, and cascading network activation. Journal of Communication, 68(2), 298–308. https://doi.org/10.1093/joc/jqx019

Eriyanto. (2011). Analisis wacana: Pengantar analisis teks media (Edisi revisi). PT LKiS Printing Cemerlang.

Fairclough, N. (1989). Language and power. Longman.

Islamiyah, H. Y., & Hermaliza, H. (2024). Teun A Van Dijk’s critical discourse analysis on Kompas.com news. Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching, 8(1), 463–476. https://doi.org/10.30743/ll.v8i1.9280

Iyengar, S. (1991). Is anyone responsible? How television frames political issues. University of Chicago Press.

Kompas.com. (2024, 3 Oktober). Berjuang melawan kecanduan, cerita para korban judi 'online' di NTT. https://regional.kompas.com/read/2024/10/03/122438078/berjuang-melawan-kecanduan-cerita-para-korban-judi-online-di-ntt

Kompas.com. (2025, 19 Juni). Kisah tragis korban judi online di Jambi, dari perawat jadi maling motor. https://regional.kompas.com/read/2025/06/19/164306078/kisah-tragis-korban-judi-online-di-jambi-dari-perawat-jadi-maling-motor

Kompas.com. (2026, 26 Mei). Pengakuan pemuda yang main judi online sejak SMA: Gaji selalu habis, tapi sulit berhenti. https://www.kompas.com/tren/read/2026/05/26/073000465/pengakuan-pemuda-yang-main-judi-online-sejak-sma--gaji-selalu-habis-tapi

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Mugni, A. A., Agustini, & Luthfie, M. (2024). Kognisi sosial dalam analisis wacana kritis Teun A. van Dijk pada pemberitaan wacana difabel netra di media online Sukabumiupdate.com. Karimah Tauhid, 3(6), 6352–6358. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i6.13567

PPATK. (2025). Laporan perputaran dana judi online kuartal I tahun 2025. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

Ritonga, S., Dalimunthe, S. F., & Surip, M. (2022). Analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk pada teks berita Detik.com dan Kompas.com tentang padatnya arus mudik Idul Fitri 1443 H tahun 2022. ASAS: Jurnal Sastra, 11(2), 150–162. https://doi.org/10.24114/ajs.v11i2.37160

Saldana, J. (2016). The coding manual for qualitative researchers (3rd ed.). SAGE Publications.

Sobur, A. (2019). Analisis teks media: Suatu pengantar untuk analisis wacana, analisis semiotik, dan analisis framing. Remaja Rosdakarya.

van Dijk, T. A. (1997). Discourse as structure and process. SAGE Publications.

van Dijk, T. A. (1998). Ideology: A multidisciplinary approach. SAGE Publications.

van Dijk, T. A. (2001). Critical discourse analysis. In D. Schiffrin, D. Tannen, & H. E. Hamilton (Eds.), The handbook of discourse analysis (pp. 352–371). Blackwell.

van Dijk, T. A. (2008). Discourse and context: A socio-cognitive approach. Cambridge University Press.

Winingsih, W., Anshori, D., & Nurhadi, J. (2022). Analisis wacana kritis model van Dijk terhadap isu pelemahan KPK dalam pemberitaan Narasi Newsroom. LITERA, 21(1), 94–103. https://doi.org/10.21831/ltr.v21i1.40811

Wodak, R., & Meyer, M. (Eds.). (2009). Methods of critical discourse analysis (2nd ed.). SAGE Publications.

Published
2026-07-31
How to Cite
Utomo, Y., Sari, E., Suryaman, M., & Setyawardana, A. (2026). Representasi Pemain Judi Online dalam Pemberitaan Media Daring Kompas.com dan Detik.com: AWK Model Teun A. Van Dijk. JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN, 11(3), 491-501. https://doi.org/10.51673/jurnalistrendi.v11i3.3011
Section
Artikel