Intertextual Study in the Folk Tales of Kongga Owose and Jack and the Beanstalk

  • Muh. Anang Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Takwa Takwa Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia
  • Samsuddin Samsuddin Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Andi Saadillah 4Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan unsur ekologi dalam cerita rakyat Kongga Owose dan Jack and the Beanstalk melalui pendekatan intertekstual. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi, yang difokuskan pada aspek ekologi sosial, konflik ekologis, sikap manusia terhadap alam, flora dan fauna, fungsi alam dalam alur, serta unsur mitos dan simbol budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua cerita memiliki persamaan dalam memanfaatkan alam sebagai unsur penting dalam pembangunan cerita, baik sebagai latar, sumber konflik, maupun sarana penyelesaian masalah. Namun, terdapat perbedaan mendasar, di mana Kongga Owose menampilkan hubungan manusia dan alam yang bersifat kolektif, berbasis kearifan lokal, serta mencerminkan harmoni ekologis, sedangkan Jack and the Beanstalk lebih menonjolkan hubungan individual yang berorientasi pada eksplorasi dan perubahan nasib. Unsur supranatural dalam kedua cerita juga berperan sebagai penguat nilai budaya dan imajinasi masyarakat terhadap alam. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa kajian intertekstual berbasis ekologi dapat digunakan sebagai alternatif pendekatan dalam pembelajaran sastra untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan nilai budaya. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan, bahasa, dan sastra, khususnya dalam memperkaya kajian ekokritik dan pemanfaatannya dalam pembelajaran berbasis kearifan lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Danaswara, D., Idrus, M., & Syarief, N. (2024). Metode Pembelajaran Tajwid di Pesantren Persatuan Islam: Analaisis Metode di Pesantren Persis 69 Matraman Jakarta dan Pesantren Persis 24 Rancaekek Bandung. JURNAL SYNTAX IMPERATIF: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 5(4).

Fariztina, A., Ainusyamsi, F. Y., & Rohanda, R. (2025). Perbandingan latar dalam novel Perempuan di Titik Nol dan novel The Baghdad Clock (Kajian sastra bandingan). Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra, Dan Pendidikan, 10(1), 44-53.

Gasong, D. (2019). Apresiasi Sastra Indonesia. Deepublish.

Hamid, I. & Amalia (2025). Paradoks Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin sebagai Pejuang Lingkungan. Huma: Jurnal Sosiologi, 4(1), 24-37.

Juni, A. (2019). Apa itu sastra jenis-jenis karya sastra dan bagaimanakah cara menulis dan mengapresiasi sastra.

Kemendikdasmen. (2022). Sastra Karya dan Perayaannya. Kemendikdasmen. go.id. https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/berita-detail/3586/sastra-karya-dan-perayaannya

Lang, A. (2015). The red fairy book. Xist Publishing.

Larasati, M. M. B., & Manut, A. M. (2022). Kajian Ekokritik Sastra: Representasi Lingkungan dan Alam dalam 50 Cerpen Tani Karya E. Rokajat Asura dkk. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 8(2), 715-725.

Miftah, M. (2025). Kajian Intertekstual Cerita Rakyat Indonesia “Nyi Roro Kidul” Dengan Cerita Rakyat Korea Selatan “Shimchong Anak Gadis Si Buta”(Sebagai Alternatif Bahan Ajar Bahasa Indonesia di SMA). (Doctoral dissertation, IPI Garut).

Nirmala, B. N., & Basid, A. (2024). Modernization in Environmental Change in the Novel “Baitun Nakhil” by Tarek Eltayeb: Greg Garrard's Ecocritical Study. Eralingua: Journal of Foreign Language and Literature Education, 8(1), 166.

Pamungkas. (2022). Representasi Lingkungan dalam Sastra Indonesia: Tinjauan Literatur. Universitas, 4(02).

Taqfiah, S.J. (2025). Mythical Meaning of Social and Natural Environtmen Lexicon in Konggaaha Folktales: A Semiotic Study, Universitas Hasanudin.

Zapf, H. (2016). Literature as cultural ecology: Sustainable texts. Bloomsbury Publishing.

Published
2026-04-25
How to Cite
Anang, M., Takwa, T., Samsuddin, S., & Saadillah, A. (2026). Intertextual Study in the Folk Tales of Kongga Owose and Jack and the Beanstalk. JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN, 11(1), 309-321. https://doi.org/10.51673/jurnalistrendi.v11i2.2850
Section
Artikel